Abu As Samra Adh Dharir merupakan seorang ulama besar madzhab Asy Syafi’i yang buta. Meski demikian beliau tetap bermujahadah dalam menghafal, dengan cara ditalqin. Hingga dalam setiap harinya beliau berhasil menghafal lebih dari seratus baris.
Karena kepandaian serta toleransinya, meski bermadzhab Asy Syafi’i, ketika beliau berfatwa, maka fatwa disesuaikan dengan madzhab si penanya. (Ad Durar Al Munadzdzam fi Ziyarah Al Jabal Al Muqaththam, hal. 608)
Sering sekali keterbatasan membuat pemiliknya termotivasi dan bersemangat. Dan sering sekali kelebihan membuat pemiliknya terlena sehingga melupakan dan tidak mensyukurinya.
Sering sekali keterbatasan membuat pemiliknya termotivasi dan bersemangat. Dan sering sekali kelebihan membuat pemiliknya terlena sehingga melupakan dan tidak mensyukurinya.
Penutup
Sekian Penjelasan Singkat Mengenai Ketika Orang Buta Mengalahkan Orang yang dapat Melihat. Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.