Menurut saya, Pilkada langsung atau tidak langsung adalah hasil ijtihad manusia. Hasil ijtihad bisa saja berubah diukur dengan mana yang lebih maslahat dan mana yang lebih mudharat.
Dulu para aktivis dakwah menghendaki pilkada langsung sebagai jalan untuk berdakwah lebih besar di dunia politik. Tapi sekarang banyak di antaranya justru menghendaki pilkada tidak langsung. Bukan sebuah kemunafikan adanya perubahan itu karena posisinya bukan halal dan haram. Atau haq dan batil.
Dulu para aktivis dakwah menghendaki pilkada langsung sebagai jalan untuk berdakwah lebih besar di dunia politik. Tapi sekarang banyak di antaranya justru menghendaki pilkada tidak langsung. Bukan sebuah kemunafikan adanya perubahan itu karena posisinya bukan halal dan haram. Atau haq dan batil.
Oleh karena itu, tidak boleh seseorang menjelek-jelekkan orang lain apalagi melabeli orang yang berseberangan dengan gelar-gelar kufur.
Penutup
Sekian Penjelasan Singkat Mengenai Pilkada Langsung atau Tidak Langsung?. Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.