Memuat Hari... 00:00:00

>_ MEMUAT HALAMAN...

Search Suggest

Budidaya Kebun Bunga Matahari, Sebulan Raup Untung Rp 100 Juta

Baca Juga:

Mungkin sebagian orang berpikir lahan pertanian digunakan hanya untuk bertani dan bercocok tanam saja. Namun tidak bagi para petani di Kabupaten Bantul, Jogjakarta. Sejumlah petani menyulap lahan pertanian padi mereka menjadi objek wisata. Yakni menanam bunga matahari yang kemudian menjadi tujuan wisatawan untuk berfoto.

SIAPA sangka ide brilian ini rupanya menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah. Ide bermula saat sejumlah petani di Desa Sri Gadung, Kecamatan Sanden yang tengah menanam padi, cabai dan sayur mayur lainnya ini mencoba menanam bunga matahari yang berfungsi sebagai barier atau pembatas lahan serta mengusir hama. Namun setelah berkembang rupanya banyak warga yang datang untuk mengabadikan foto mereka bersama bunga matahari tersebut. Lamban laun kawasan ini dipadati pengunjung hingga wisatawan asing.

"Awalnya itu kita tanam buat pembatas sama ngusir hama, tapi kok ada beberapa orang lewat mampir minta izin mau berfoto. Eh lama kelamaan banyak yang datang. Nah dari situ kita berpikir untuk menjadikan tujuan wisata," kata Ketua Kelompok Tani Pasir Makmur Bantul, Suharma.

Memang diketahui lokasi lahan pertanian cukup dekat dengan pantai pariwisata yakni pantai Sambas. Sehingga banyak wisatawan yang datang dan melewati lahan pertanian tersebut. Dari situ sebanyak 30 orang petani berinisiatif membuat sekitar 9-10 kebun bunga matahari. Bahkan dari hasil wisata kebun bunga matahari ini para petani mampu meraup keuntungan sebesar Rp 100 juta setiap bulannya.

"Masuknya itu kita tarif Rp 5 ribu per orang kalau bawa bunga Rp 10 ribu. Kalau dalam sebulan itu terutama pas momen hari libur panjang seperti tahun baru dan libur sekolah itu petani tembus sampai Rp.100 juta sebulannya. Kalau rata-ratanya itu Rp.20-40 juta per bulannya," terang Suharma.

Suharma menjelaskan bunga matahari memang terlihat cantik dengan warna kuning yang khas memikat para wisatawan yang melintas. Namun siapa sangka menanam bunga matahari terbilang susah-susah gampang. Bunga matahari sendiri hanya dapat tumbuh hingga usia maksimal 20 hari saja. Sehingga para petani harus melihat momen yang pas untuk menjadi target pasar mereka.

"Bunga matahari itu kan tumbuh hanya 14 hari saja maksimal 20 hari. Jadi kita beritung tanamnya. Mendekati hari libur sekolah, atau hari libur panjang dan tahun baru itu kita targetnya. Jadi nggak sia-sia tanamnya. Karena susah-susah gampang juga," tuturnya.

Namun karena tingkat pengunjung yang semakin banyak, pihaknya saat ini telah menanam bunga matahari secara berkelanjutan. Sehingga para petani menyetok bibit bunga lalu kemudian menanamnya ketika usia bunga sudah mulai habis. Sebab sebelumnya banyak lahan bunga matahari petani yang tutup ketika usia bunga sudah habis.

“Saat ini waktu tanam kami sudah berkelanjutan. Sebelumnya, umur matahari satu bulan dan waktu tanamnya hingga tiga bulan. Sempat, hampir tiga bulan beberapa kebun bunga milik petani tutup. Tapi sekarang, karena stok bibit sudah banyak. Kami bisa melakukan peremajaan bunga matahari. Jadi tidak harus menanam baru. Waktu berkelanjutan ini bisa konsisten. Jadi kapanpun wisatawan datang, taman bunga selalu siap,” jelasnya.

“Paling tidak, kebun bunga ini bisa menjadi semangat mereka. Bisa mengembangkan bisnis lainnya jadi tidak berharap dari hasil panen saja tapi bisa sambil memanfaatkan fungsi lainnya seperti ini. Saya kira, petani kita bisa,” pungkasnya. 

Penutup

Sekian Penjelasan Singkat Mengenai Budidaya Kebun Bunga Matahari, Sebulan Raup Untung Rp 100 Juta. Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.

Posting Komentar

pengaturan flash sale

gambar flash sale

gambar flash sale